Istana Kota Piring dijadikan Aset
Pariwisata di Kepulauan Riau
Tanjungpinang - Sejarah asal-usul berdirinya Kota Tanjungpinang yakni Kota
Piring, berada di Kelurahan Melayu Kota Piring. Mungkin nama situs sejarah yang
satu ini tidak sepopuler situs sejarah yang lainnya seperti situs sejarah di
Pulau Penyengat. Bagi sebagian masyarakat, situs Istana Kota Piring ini masih
terlalu asing.
Istana Kota Piring ini berlokasi di Pulau Biram Dewa,
sekitar 7 Kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang. Kota Piring ini ada kisah
tersendiri atas kerajaan besar Melayu yang masih tampak jelas dalam peninggalan
sejarah yang sekarang masih ditemukan di lokasi ini. Dari sinilah, nama Jalan
Kota Piring bermula, yakni dari istana yang biasa disebut Istana Kota
Piring.
Meskipun Istana itu hanya tinggal bentuk situs, tapi pada
masa kerajaan Riau-Johor-Pahang tercatat dalam sejarah sebagai salah satu
istana termegah. Istana ini konon dibangun pada tahun 1722-1784 oleh Yang
Dipertuan Muda Riau IV, Raja Haji Fisabilillah. Biram Dewa adalah Gajah Putih.
Sarta
(63), warga setempat mengaku tidak mengetahui sama sekali perihal sejarah
Istana Kota Piring. Padahal, dia tinggal di situ sudah 20 tahun lamanya.
"Yang tahu banyak tentang kota piring ini adalah Pak Ali, dia orang lama
di sini," katanya, Jumat (07/02/2015). Pak Ali yang dimaksud adalah sosok
pria yang memang dikenal masyarakat sekitar sebagai Penjaga kawasan Istana Kota
Piring. Dia menegaskan, masyarakat umum memang sedikit yang mengetahui soal
bukti-bukti sejarah yang bisa ditemukan di Istana Kota Piring.
"Di
sini (Istana Kota Piring) termasuk bukti sejarah yang ada di Kepri. Tapi
sayangnya sebagian besar masyarakat tidak tahu dan bahkan tidak mau ambil tahu
tentang sejarah di sini," kata dia.
Biasanya, kata Ali, Istana Kota Piring tempak ramai pengunjung jika ada kegiatan studi tour dari kalangan pelajar saja. "Selain kegiatan itu, mungkin sangat sedikit masyarakat Kepri yang tahu lokasi ini," tutur Ali.
Biasanya, kata Ali, Istana Kota Piring tempak ramai pengunjung jika ada kegiatan studi tour dari kalangan pelajar saja. "Selain kegiatan itu, mungkin sangat sedikit masyarakat Kepri yang tahu lokasi ini," tutur Ali.
Istana Kota Piring ini merupakan
situs penting yang merupakan aset pariwisata Kepulauan Riau karena banyak
mengandung nilai historis tinggi yang terdapat di dalamnya, bahkan sebagai
tanda bahwa kawasan Kota Piring ini dulunya adalah sebuah kawasan yang maju.
Memang, sedikit ada simpang siur terkait siapa yang membangun istana ini. Ada
juga yang menyebutnya, dibangun oleh seorang penguasa kerajaan yang bernama
Raja Haji Fisabilillah pada masa pemerintahannya di sekitar kesultanan Melayu
pada beberapa abad silam.
Pada masa pembangunannya Raja Ali
Fisabilillah memerintahkan kepada seluruh rakyatnya untuk saling bekerja sama
mengumpulkan berbagai jenis piring untuk menjadi bagian ornamen dari istana,
sejak saat itulah istana ini dinamakan oleh rakyatnya sebagai Istana Kota
Piring. Istana Kota Piring merupakan salah satu istana yang dibangun untuk
menandakan bahwa kawasan tersebut pada masa itu pernah mengalami puncak
kejayaan. Berbagai kisah yang menceritakan tentang keberadaan Istana Kota
Piring ini terdapat dalam Tuhfat Al-Nafis yang merupakan sebuah karya tulisan
yang ditulis oleh Raja Ali Haji. Di dalam karya tersebut menceritakan tentang
kemegahan dan kejayaan istana pada masa dahulu. Konon di dalam istana Kota
Piring ini terdapat berbagai hiasan yang terbuat dari logam mulia seperti emas
dan perak, bahkan beberapa perlengkapan kerajaan dibuat dari bahan-bahan yang
berasal dari China dan Manila yang harganya bernilai tinggi.
Situs
sejarah disana dulunya terdapat istana kota piring yang didirikan oleh Raja
Haji Fisabilillah, kini tidak lagi menunjukan adanya sebuah sejarah yang besar.
Karena situs-situs berupa reruntuhan istana itu sebagian besar telah
diruntuhkan oleh warga.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar