Jumat, 03 April 2015

Istana Kota Piring dijadikan Aset Pariwisata di Kepulauan Riau



Istana Kota Piring dijadikan Aset Pariwisata di Kepulauan Riau
 
 
Tanjungpinang - Sejarah asal-usul berdirinya Kota Tanjungpinang yakni Kota Piring, berada di Kelurahan Melayu Kota Piring. Mungkin nama situs sejarah yang satu ini tidak sepopuler situs sejarah yang lainnya seperti situs sejarah di Pulau Penyengat. Bagi sebagian masyarakat, situs Istana Kota Piring ini masih terlalu asing. 

Istana Kota Piring ini berlokasi di Pulau Biram Dewa, sekitar 7 Kilometer dari pusat Kota Tanjungpinang. Kota Piring ini ada kisah tersendiri atas kerajaan besar Melayu yang masih tampak jelas dalam peninggalan sejarah yang sekarang masih ditemukan di lokasi ini. Dari sinilah, nama Jalan Kota Piring bermula, yakni dari istana yang biasa disebut Istana Kota Piring.  

Meskipun Istana itu hanya tinggal bentuk situs, tapi pada masa kerajaan Riau-Johor-Pahang tercatat dalam sejarah sebagai salah satu istana termegah. Istana ini konon dibangun pada tahun 1722-1784 oleh Yang Dipertuan Muda Riau IV, Raja Haji Fisabilillah. Biram Dewa adalah Gajah Putih. 

Sarta (63), warga setempat mengaku tidak mengetahui sama sekali perihal sejarah Istana Kota Piring. Padahal, dia tinggal di situ sudah 20 tahun lamanya. "Yang tahu banyak tentang kota piring ini adalah Pak Ali, dia orang lama di sini," katanya, Jumat (07/02/2015). Pak Ali yang dimaksud adalah sosok pria yang memang dikenal masyarakat sekitar sebagai Penjaga kawasan Istana Kota Piring. Dia menegaskan, masyarakat umum memang sedikit yang mengetahui soal bukti-bukti sejarah yang bisa ditemukan di Istana Kota Piring.

"Di sini (Istana Kota Piring) termasuk bukti sejarah yang ada di Kepri. Tapi sayangnya sebagian besar masyarakat tidak tahu dan bahkan tidak mau ambil tahu tentang sejarah di sini," kata dia.
Biasanya, kata Ali, Istana Kota Piring tempak ramai pengunjung jika ada kegiatan studi tour dari kalangan pelajar saja. "Selain kegiatan itu, mungkin sangat sedikit masyarakat Kepri yang tahu lokasi ini," tutur Ali.

Istana Kota Piring ini merupakan situs penting yang merupakan aset pariwisata Kepulauan Riau karena banyak mengandung nilai historis tinggi yang terdapat di dalamnya, bahkan sebagai tanda bahwa kawasan Kota Piring ini dulunya adalah sebuah kawasan yang maju. Memang, sedikit ada simpang siur terkait siapa yang membangun istana ini. Ada juga yang menyebutnya, dibangun oleh seorang penguasa kerajaan yang bernama Raja Haji Fisabilillah pada masa pemerintahannya di sekitar kesultanan Melayu pada beberapa abad silam.

Pada masa pembangunannya Raja Ali Fisabilillah memerintahkan kepada seluruh rakyatnya untuk saling bekerja sama mengumpulkan berbagai jenis piring untuk menjadi bagian ornamen dari istana, sejak saat itulah istana ini dinamakan oleh rakyatnya sebagai Istana Kota Piring. Istana Kota Piring merupakan salah satu istana yang dibangun untuk menandakan bahwa kawasan tersebut pada masa itu pernah mengalami puncak kejayaan. Berbagai kisah yang menceritakan tentang keberadaan Istana Kota Piring ini terdapat dalam Tuhfat Al-Nafis yang merupakan sebuah karya tulisan yang ditulis oleh Raja Ali Haji. Di dalam karya tersebut menceritakan tentang kemegahan dan kejayaan istana pada masa dahulu. Konon di dalam istana Kota Piring ini terdapat berbagai hiasan yang terbuat dari logam mulia seperti emas dan perak, bahkan beberapa perlengkapan kerajaan dibuat dari bahan-bahan yang berasal dari China dan Manila yang harganya bernilai tinggi.
          
Situs sejarah disana dulunya terdapat istana kota piring yang didirikan oleh Raja Haji Fisabilillah, kini tidak lagi menunjukan adanya sebuah sejarah yang besar. Karena situs-situs berupa reruntuhan istana itu sebagian besar telah diruntuhkan oleh warga.


Tidak ada komentar:

Posting Komentar