Jumat, 03 April 2015

Prestasi Luar Biasa Si Pemulung Cilik




Prestasi Luar Biasa Si Pemulung Cilik



Tanjungpinang - Keseriusan seseorang untuk belajar ibarat menolak balik arah ombak yang menerpa dan akan menghasilkan prestasi yang luar biasa. Roy (9) seorang murid yang mengecap pendidikan di SD 007 Bukit Bestari Tanjungpinang merupakan peraih prestasi terbaik dengan mendapatkan rangking pertama dari kelas satu sekolah dasar hingga kelas empat sekolah dasar tanpa adanya penurunan nilai sedikitpun.

Prestasi yang luar biasa tersebut ternyata bertolak belakang dengan pikiran kita mengenai proses belajar yang dijalani Roy. Waktu belajarnya sangat terbatas dibandingkan dengan waktu belajar anak-anak lain seusianya. Seorang anak bertubuh kecil tetapi memiliki tekat yang besar sangat jarang kita jumpai dalam kehidupan. Roy memaksimalkan waktu belajarnya yang sedikit itu dengan sungguh-sungguh, karena waktu yang digunakan si kecil yang memiliki tekat besar untuk sukses seperti bapak presiden ini digunakan untuk mencari uang dari memulung.

Sejak kecil Roy sudah menjalani kehidupan tanpa seorang ayah. Ia hidup bersama ibunda tercinta. Sepeninggalan ayahnya, kehidupan keluarga Roy memang sangat memprihatinkan. Inilah yang membuatnya berpikir untuk mencari uang dengan memulung barang-barang bekas demi mendapatkan sesuap nasi untuk ia dan ibunya. Ia merupakan seorang anak yang memiliki jiwa besar untuk membantu ibunya mencari uang. Ia tidak tega melihat ibunya yang sudah usia lanjut itu bekerja sendirian untuk membiayai kehidupannya.

Seusai menjalani kewajibannya sebagai putra bangsa di sekolah, ia segera bergegas mencari barang-barang bekas seperti botol dan kaleng minuman atau apapun yang ditemukannya dan masih layak untuk di jual ke tukang loak yang biasa ia datangi. “Bang, hari ini saya dapat memungut barang-barang bekas sebanyak satu karung saja bang.” Abang loak berkata,” Ia Roy, taruh saja karung itu di sudut sana, besok akan ku timbang berapa berat barang-barang yang kau pungut hari ini dan uangnya minggu depan akan ku kasih setelah kau antar lagi barang-barang bekas lainnya”. 

Namun dengan keadaan seperti itu tidak menyurutkan niatnya untuk terus mengejar cita-cita dan membahagiakan ibunda tercinta. Ia bercita-cita akan terus melanjutkan pendidikan hingga perguruan tinggi. Tetapi keinginannya masih menjadi mimpi baginya karena semua jenjang itu membutuhkan biaya yang tidak sedikit dan si kecil yang memiliki tekat besar ini akan terus bermimpi dan berusaha demi keinginannya kelak menjadi seseorang yang sukses di mata bangsa.

Inilah yang menjadi kelebihan tersendiri untuk anak cerdas seperti Roy. Tidak banyak anak-anak seusianya yang mampu mensyukuri hidup seperti yang dialaminya. Apalagi dengan prestasi yang sangat membanggakan. Kecerdasan yang dimilikinya tidak menjadikan ia sebagai pribadi yang sombong, bahkan ia mampu hidup sebagai anak yang memiliki jiwa besar serta tekat dan keinginan yang besar untuk menjadi anak bangsa yang sukses dengan keadaan ekonomi yang sangat memprihatinkan.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar