Musim
Kemarau Warga Krisis Air
Tanjungpinang - Musim kemarau disertai suhu yang
sangat panas dalam beberapa bulan ini
menyebabkan sejumlah sumur milik warga mulai mengalami kekeringan. Untuk
kebutuhan memasak dan air minum warga terpaksa mengambil air dari rumah
keluarga yang memiliki sumur bor atau membeli air isi ulang dari depot air
seharga Rp5 ribu per gallon.
Jumaini (45),warga Kampung Bulang
(19/3) mengaku, ia terpaksa mengambil air untuk kebutuhan memasak dan minum
dari rumah keluarganya, sedangkan untuk mencuci pakaian dia memanfaatkan sumur
bor umum.
Menurut Jumaini, biasanya warga
sengaja membuat sumur bor lebih dalam dibanding sumur tradisional sehingga
warga yang memiliki sumur bor tidak kesulitan mendapatkan air pada musim
kemarau.
“Sejak musim kemarau sumur warga
mengalami kekeringan dan warga terpaksa mencuci pakaian di fasilitas sumur bor
umum milik warga,” ujar Jumaini.
Senada dikatakan Ratna (41), warga
Seijang. Ratna mengaku sumurnya juga mengalami kekeringan. Akibatnya, untuk
kebutuhan memasak dan air minum Ratna terpaksa membeli air isi ulang seharga
Rp5 ribu per galon. Ratna terpaksa mengeluarkan biaya sebesar Rp50 ribu sebulan
untuk membeli air isi ulang.
“Untuk kebutuhan memasak dan air
minum biasanya sepuluh galon dalam sebulan,” terang Ratna. Menurut Ratna,
kondisi ini bukan kali ini saja terjadi, namun sudah biasa terjadi setiap musim
kemarau.
Terpisah, Andi pemerhati sosial
berharap pemerintah membantu warga dengan membuat sumur bor umum di
perkampungan warga yang mengalami kekeringan air. “Harus ada upaya
pemerintah untuk membantu warga dengan membuat sumur bor karena air merupakan
kebutuhan pokok bagi warga,” ungkap Andi.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar