Jumat, 03 April 2015

Musim Kemarau Warga Krisis Air



Musim Kemarau Warga Krisis Air

Tanjungpinang - Musim kemarau disertai suhu yang sangat panas dalam beberapa bulan ini  menyebabkan sejumlah sumur milik warga mulai mengalami kekeringan. Untuk kebutuhan memasak dan air minum warga terpaksa mengambil air dari rumah keluarga yang memiliki sumur bor atau membeli air isi ulang dari depot air seharga Rp5 ribu per gallon. 

Jumaini (45),warga Kampung Bulang (19/3) mengaku, ia terpaksa mengambil air untuk kebutuhan memasak dan minum dari rumah keluarganya, sedangkan untuk mencuci pakaian dia memanfaatkan sumur bor umum.

Menurut Jumaini, biasanya warga sengaja membuat sumur bor lebih dalam dibanding sumur tradisional sehingga warga yang memiliki sumur bor tidak kesulitan mendapatkan air pada musim kemarau.

“Sejak musim kemarau sumur warga mengalami kekeringan dan warga terpaksa mencuci pakaian di fasilitas sumur bor umum milik warga,” ujar Jumaini.

Senada dikatakan Ratna (41), warga Seijang. Ratna mengaku sumurnya juga mengalami kekeringan. Akibatnya, untuk kebutuhan memasak dan air minum Ratna terpaksa membeli air isi ulang seharga Rp5 ribu per galon. Ratna terpaksa mengeluarkan biaya sebesar Rp50 ribu sebulan untuk membeli air isi ulang.

“Untuk kebutuhan memasak dan air minum biasanya sepuluh galon dalam sebulan,” terang Ratna. Menurut Ratna, kondisi ini bukan kali ini saja terjadi, namun sudah biasa terjadi setiap musim kemarau.

Terpisah, Andi pemerhati sosial berharap pemerintah membantu warga dengan membuat sumur bor umum di perkampungan warga yang mengalami kekeringan air.  “Harus ada upaya pemerintah untuk membantu warga dengan membuat sumur bor karena air merupakan kebutuhan pokok bagi warga,” ungkap Andi.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar