Mengarungi
Kehidupan Sebagai Tukang Ojek
Sekitar
pukul 08.00 tukang ojek sudah berada di Pangkalan Pamedan. Meskipun kelihatan
masih sepi tetapi rasa semangat mereka untuk mencari nafkah semakin besar.
Biasanya pelanggan mulai banyak sekitar
pukul 12.00 bersamaan dengan waktu pulangnya mahasiswa. Mereka bisa mendapatkan
penghasilan sekitar 60 ribu perhari.
Sepeda
motor bagi Hamim (40) warga masyarakat tanjungpinang merupakan alat pencari
nafkah sehari-harinya, dengan sepeda motor itu ia dapat menghidupi anak dan
istrinya.Pekerjaan ojek baginya merupakan pekerjaan pokoknya meskipun dihitung
penghasilannya tidak begitu besar namun setiap harinya bisa digunakan untuk
mencukupi kebutuhan sehari-hari walau dengan kondisi sederhana. Oleh karena itu
dari pagi hingga sore ia membawa sepeda motor kesayangannya itu ke pangkalan
ojek untuk menunggu orang yang ingin diantarkan kemana saja.
“selain
bisa mejeng pakai motor juga dapat duit untuk beli bensin , sisanya untuk bayar
angsuran dan sisanya lagi bisa ditabung. Setelah banyak pelanggan saya jadi
jatuh cinta pada pekerjaan ojek ini, bahkan setelah rumah tangga pekerjaan ojek
saya tekuni sampai sekarang “, ujar Hamim yang setiap hari mangkal di Pangkalan
Pamedan.
Sorenya
setelah beristirahat sejenak di rumah ia pun kembali keluar untuk mangkal di
Pamedan yang menjadi pangkalan keduanya. Jika kondisi ramai ia bisa
mengantarkan 3 -5 orang , namun jika kondisi sepi paling sehari dapat 3
penumpang bahkan kadang-kadang hanya nongkrong saja melihat lalu lintas sekitar.
Memang
bagi yang belum merasakan hasil dari ngojek ini memandang sebelah mata
pekerjaan ini, namun setelah menekuni dengan sungguh-sungguh usaha ojek ini
bisa digunakan untuk menopang hidup sehari-hari. Dengan modal bensin 2 liter
seharga Rp 10.000,- jika mangkal pagi sampai sore maka kita dapat mendapatkan
hasil Rp 40 ribu – Rp 60 ribu bersih. Hal ini bisa dilihat ditempat-tempat
keramaian seperti pasar ,terminal, perempatan banyak sepeda motor tukang ojek
yang diparkir menunggu kedatangan penumpang yang membutuhkan jasanya. Disisi
penumpangnyapun ada rasa membutuhkan karena dengan naik ojek ini penumpang atau
barang dapat sampai depan rumah, tidak seperti naik angkot atau kendaraan
angkutan lainnya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar