Selasa, 09 Juni 2015

Mengarungi Kehidupan Sebagai Tukang Ojek




Mengarungi Kehidupan Sebagai Tukang Ojek


Sekitar pukul 08.00 tukang ojek sudah berada di Pangkalan Pamedan. Meskipun kelihatan masih sepi tetapi rasa semangat mereka untuk mencari nafkah semakin besar. Biasanya  pelanggan mulai banyak sekitar pukul 12.00 bersamaan dengan waktu pulangnya mahasiswa. Mereka bisa mendapatkan penghasilan sekitar 60 ribu perhari.
Sepeda motor bagi Hamim (40) warga masyarakat tanjungpinang merupakan alat pencari nafkah sehari-harinya, dengan sepeda motor itu ia dapat menghidupi anak dan istrinya.Pekerjaan ojek baginya merupakan pekerjaan pokoknya meskipun dihitung penghasilannya tidak begitu besar namun setiap harinya bisa digunakan untuk mencukupi kebutuhan sehari-hari walau dengan kondisi sederhana. Oleh karena itu dari pagi hingga sore ia membawa sepeda motor kesayangannya itu ke pangkalan ojek untuk menunggu orang yang ingin diantarkan kemana saja.
“selain bisa mejeng pakai motor juga dapat duit untuk beli bensin , sisanya untuk bayar angsuran dan sisanya lagi bisa ditabung. Setelah banyak pelanggan saya jadi jatuh cinta pada pekerjaan ojek ini, bahkan setelah rumah tangga pekerjaan ojek saya tekuni sampai sekarang “, ujar Hamim yang setiap hari mangkal di Pangkalan Pamedan.
Sorenya setelah beristirahat sejenak di rumah ia pun kembali keluar untuk mangkal di Pamedan yang menjadi pangkalan keduanya. Jika kondisi ramai ia bisa mengantarkan 3 -5 orang , namun jika kondisi sepi paling sehari dapat 3 penumpang bahkan kadang-kadang hanya nongkrong saja melihat lalu lintas sekitar.
Memang bagi yang belum merasakan hasil dari ngojek ini memandang sebelah mata pekerjaan ini, namun setelah menekuni dengan sungguh-sungguh usaha ojek ini bisa digunakan untuk menopang hidup sehari-hari. Dengan modal bensin 2 liter seharga Rp 10.000,- jika mangkal pagi sampai sore maka kita dapat mendapatkan hasil Rp 40 ribu – Rp 60 ribu bersih. Hal ini bisa dilihat ditempat-tempat keramaian seperti pasar ,terminal, perempatan banyak sepeda motor tukang ojek yang diparkir menunggu kedatangan penumpang yang membutuhkan jasanya. Disisi penumpangnyapun ada rasa membutuhkan karena dengan naik ojek ini penumpang atau barang dapat sampai depan rumah, tidak seperti naik angkot atau kendaraan angkutan lainnya.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar