Selasa, 09 Juni 2015

Musim Pancaroba, RSUP Kepri Tingkatkan Pelayanan




Musim Pancaroba, RSUP Kepri Tingkatkan Pelayanan



TANJUNGPINANG (NHY) - Masa pancaroba biasa ditandai dengan tingginya frekuensi badai, hujan yang sangat deras disertai guruh, serta angin yang bertiup kencang. Pada masa pancaroba, frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti pilek atau batuk relatif meningkat. Hal serupa juga dialami oleh pasien-pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau. Mereka mengeluhkan beberapa penyakit serius yang dialami sejak 3 bulan terakhir.
Syarif, selaku Kasubag Rekamedik RSUP Kepri mengatakan bahwa pada periode bulan Mei 2015 telah tercatat laporan mengenai 10 penyakit terbesar rawat inap. Dari data kasus baru yang diterima, pasien yang menderita penyakit-penyakit tersebut kebanyakan adalah laki-laki yaitu 100 orang, sementara pasien perempuan hanya sejumlah 80 orang. Pada peringkat pertama diduduki oleh kelahiran, peringkat kedua yaitu demam berdarah, disusul penyakit-penyakit lain seperti tifus, anemia dan tekanan darah tinggi. Dari hasil tersebut, demam berdarah diklaim sebagai penyakit yang paling banyak diderita sepanjang bulan Mei 2015. Ada 22 pasien yang menjalani rawat inap dan mendapat penanganan dari ahli medis.
Menurut Syarif, jumlah pasien yang melakukan pengobatan di RSUP Kepri meningkat signifikan. Tahun 2012 pasien yang terdaftar adalah 2000 orang, di tahun 2013 menjadi 2300 orang dan di tahun 2014 ada sekitar 2900 orang yang sudah menjalani perawatan baik untuk penyakit umum maupun yang harus melibatkan dokter spesialis. Di pertengahan 2015 ini, kenaikan jumlah kunjungan pasien diperkirakan sekitar 200-300 persen setiap bulannya.
Rumah Sakit yang telah diresmikan dan mulai beroperasi sejak 29 Februari 2012 ini menekankan misi yakni memberi pelayanan yang prima, merata, terjangkau dan berkeadilan maka semakin banyak tantangan yang harus dihadapi para dokter dan pegawai yang bertugas melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Sebagaimana perencanaannya terdahulu, ada 8 lantai di RSUP Kepri ini namun baru 4 lantai yang telah difungsikan hingga sekarang. Untuk penanganan lebih lanjut terkait pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain, pihak RSUP Kepri menyatakan bahwa kendala yang dihadapi terdapat pada ruang rawat inap yang penuh dikarenakan RSUP Kepri hanya memiliki 78 tempat tidur yang digunakan untuk pasien rawat inap.
Berbincang mengenai pelayanan di RSUP Kepri, keramah tamahan sangat dipentingkan. "Adanya komplain-komplain masyarakat yang berkenaan dengan lamanya waktu tunggu atau kurang mengertinya alur yang ada di rumah sakit itu kami lakukan evaluasi. Variasi pasien disini sangat heterogen, maka kita harus pandai melihat dan membaca logat agar tahu darimana pasien berasal. Dengan mempelajari logat, masalah dapat dilegalisir. Seluruh pegawai di Rumah Sakit adalah pelayan. Pelayan harus banyak mendengar, bekerja dan banyak menurut. Kondisi mentalnya harus lebih stabil dibanding pasien," ujar Syarif. Melalui Excellent Service, RSUP Kepri berharap kinerja dan pelayanan akan terus ditingkatkan demi mendapat kepuasaan dan kesembuhan pasien.



TANJUNGPINANG (NHY) - Masa pancaroba biasa ditandai dengan tingginya frekuensi badai, hujan yang sangat deras disertai guruh, serta angin yang bertiup kencang. Pada masa pancaroba, frekuensi orang yang menderita penyakit saluran pernapasan atas, seperti pilek atau batuk relatif meningkat. Hal serupa juga dialami oleh pasien-pasien yang berobat di Rumah Sakit Umum Provinsi Kepulauan Riau. Mereka mengeluhkan beberapa penyakit serius yang dialami sejak 3 bulan terakhir.
Syarif, selaku Kasubag Rekamedik RSUP Kepri mengatakan bahwa pada periode bulan Mei 2015 telah tercatat laporan mengenai 10 penyakit terbesar rawat inap. Dari data kasus baru yang diterima, pasien yang menderita penyakit-penyakit tersebut kebanyakan adalah laki-laki yaitu 100 orang, sementara pasien perempuan hanya sejumlah 80 orang. Pada peringkat pertama diduduki oleh kelahiran, peringkat kedua yaitu demam berdarah, disusul penyakit-penyakit lain seperti tifus, anemia dan tekanan darah tinggi. Dari hasil tersebut, demam berdarah diklaim sebagai penyakit yang paling banyak diderita sepanjang bulan Mei 2015. Ada 22 pasien yang menjalani rawat inap dan mendapat penanganan dari ahli medis.
Menurut Syarif, jumlah pasien yang melakukan pengobatan di RSUP Kepri meningkat signifikan. Tahun 2012 pasien yang terdaftar adalah 2000 orang, di tahun 2013 menjadi 2300 orang dan di tahun 2014 ada sekitar 2900 orang yang sudah menjalani perawatan baik untuk penyakit umum maupun yang harus melibatkan dokter spesialis. Di pertengahan 2015 ini, kenaikan jumlah kunjungan pasien diperkirakan sekitar 200-300 persen setiap bulannya.
Rumah Sakit yang telah diresmikan dan mulai beroperasi sejak 29 Februari 2012 ini menekankan misi yakni memberi pelayanan yang prima, merata, terjangkau dan berkeadilan maka semakin banyak tantangan yang harus dihadapi para dokter dan pegawai yang bertugas melayani masyarakat dengan sepenuh hati. Sebagaimana perencanaannya terdahulu, ada 8 lantai di RSUP Kepri ini namun baru 4 lantai yang telah difungsikan hingga sekarang. Untuk penanganan lebih lanjut terkait pasien yang dirujuk ke rumah sakit lain, pihak RSUP Kepri menyatakan bahwa kendala yang dihadapi terdapat pada ruang rawat inap yang penuh dikarenakan RSUP Kepri hanya memiliki 78 tempat tidur yang digunakan untuk pasien rawat inap.
Berbincang mengenai pelayanan di RSUP Kepri, keramah tamahan sangat dipentingkan. "Adanya komplain-komplain masyarakat yang berkenaan dengan lamanya waktu tunggu atau kurang mengertinya alur yang ada di rumah sakit itu kami lakukan evaluasi. Variasi pasien disini sangat heterogen, maka kita harus pandai melihat dan membaca logat agar tahu darimana pasien berasal. Dengan mempelajari logat, masalah dapat dilegalisir. Seluruh pegawai di Rumah Sakit adalah pelayan. Pelayan harus banyak mendengar, bekerja dan banyak menurut. Kondisi mentalnya harus lebih stabil dibanding pasien," ujar Syarif. Melalui Excellent Service, RSUP Kepri berharap kinerja dan pelayanan akan terus ditingkatkan demi mendapat kepuasaan dan kesembuhan pasien.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar