Tumbuh Kembangkan Semangat
Nasionalisme Bagi Pelajar
Tanjungpinang (NHY)-
Dewasa ini kecintaan dan kebanggaan kepada bangsa dan tanah air Indonesia
semakin memudar, bahkan rasa Nasionalisme dikhawatirkan bisa lenyap seiring
dengan semakin kompleknya kehidupan berbangsa dan bernegara. Terlebih lagi
lingkungan strategis kita baik internal dan eksternal perkembangannya semakin
cepat dan komplek.
Wawasan kebangsaan, cinta Tanah Air, dan bela negara
perlu terus ditumbuhkan di kalangan generasi muda khususnya para pelajar,
sehingga mereka dapat memahami dan menghayatinya. Sebagai
intelektual muda yang kelak bakal meneruskan tongkat pembangunan Bangsa
Indonesia, setiap mahasiswa perlu memahami pentingnya wawasan kebangsaan.
“Pemikiran mengenai paham kebangsaan
berkembang dari masa ke masa, dan berbeda dari satu lingkungan masyarakat ke
lingkungan lainnya yang dicirikan oleh berbagai aliran atau haluan (Dinamis).
Dalam sejarah bangsa-bangsa, dapat dilihat betapa banyak paham yang melandaskan
diri pada kebangsaan,” Kata Drs. Syamsir.
Lebih
lanjut, Terpenting, Drs. Syamsir
mengatakan, dengan landasan pemahaman yang memadai terkait wawasan kebangsaan
beserta pilar utama, yaitu Pancasila,
dan UUD 1945, maka akan tercipta generasi muda yang tangguh, berjiwa patriot
dan rela berkorban untuk keutuhan bangsa dan negara.
Indonesia
memiliki kedaulatan laut, tapi isinya dikuasai pencuri asing dan negeri sendiri
yang saling berkolaborasi. Kita juga memiliki kedaulatan udara, tapi bukan
milik kita, tapi pihak asing lebih berkuasa daripada kita. Jadi, melihat
kenyataan ini wawasan kebangsaan kita harus terus-menerus dikawal. Kalau tidak,
tidak ada yang peduli sekarang ini. Misalnya, ada kebakaran di Kalimantan ,
orang-orang di Jawa tidak ada yang perduli, karena hal itu bukanlah urusannya.
Tantangan
bagi setiap negara dalam era globalisasi dimana hampir tidak ada batasan dalam
akses teknologi dan informasi menyebabkan bergesernya nilai-nilai yang dianut
oleh suatu bangsa. Indonesia sebagai bangsa yang terbesar juga tidak luput
menghadapi tantangan tersebut, dimana telah terjadi pergeseran
nilai-nilai dalam kehidupan bernegara dan bermasyarakat.“Hal itu dapat dilihat
pada era reformasi saat ini, di mana penyampaian aspirasi sering dilakukan
secara anarkis dan terkesan primitif.”
Tidak ada komentar:
Posting Komentar